MADIUN – Joko Widiyanto, seorang dosen pendidikan biologi di salah satu universitas di Kota Madiun mampu menyulap sampah organik dari sisa limbah dapur seperti kulit buah atau sayuran menjadi pupuk organik cair (POC). Berlokasi di rumahnya yang berada di Perumahan Bumi Winongo Indah, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun pria yang akrab disapa Jokowi ini menyulap sisa limbah dapur menjadi pupuk organik cair.
Proses pembuatan POC sangat mudah. Mula-mula sisa limbah dapur yang telah dikumpulkan kemudian dipotong kecil-kecil. Setelah itu limbah dapur dimasukkan ke dalam galon. Kemudian ditambahkan dengan EM 4 (Efective Microorganism).
Sampah yang telah larut kemudian disaring. Hasil fermentasi inilah yang kemudian digunakan sebagai pupuk tanaman. Pupuk cair yang dihasilkan dari sampah organik ini memiliki berbagai keuntungan salah satunya kandungan nutrisi yang mudah diserap oleh tanaman sehingga membantu pertumbuhan tanaman lebih optimal. Pupuk cair ini dapat menggantikan penggunaan pupuk kimia yang kerap berdampak negatif bagi lingkungan.
“POC ini adalah pupuk organik cair yang kerap kita gunakan untuk pemupukan atau menyuburkan tanaman, baik itu holtikultura, sayur-sayuran, buah-buahan atau tanaman yang lain,” papar Joko Widiyanto.
“Pupuk yang kami buat adalah memanfaatkan bahan limbah dari dapur. Karena setiap rumah tangga pasti menghasilkan limbah yang selama ini hanya terbuang sia-sia, maka dari itu kami berinisiatif untuk menggunakan limbah ini menjadi produk yang bermanfaat,” tutur Joko.
Joko Widiyanto mulai meracik sendiri poc sejak tahun 2020 dan kini ia mampu memproduksi pupuk organik cair yang dikemas dalam botol. Pupuk organik cair atau POC biasanya diaplikasikan dengan cara disiram atau disemprotkan langsung ke tanaman. Dengan pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk organik selain dapat berguna bagi tanaman juga mengurangi penumpukan sampah dapur yang kerap menimbulkan beragam penyakit jika tidak dikelola dengan baik. (ari)
