BLITAR – Pada gelaran bazar Blitar Djadoel di hari ketiga Pemerintah Kota Blitar memperkuat jaringan ekonomi dengan menjalin kerja sama dengan beberapa daerah serta pelaku swasta pada Jumat (20/6).
Kepala daerah yang hadir yakni dari Kota Surabaya, Kota Surakarta, Kota Depok serta Kota Bekasi. Tidak hanya kepala daerah, dari pihak swasta juga tertarik bersinergi yakni PT. Indomarco Prismatama atau Indomaret. Inisiatif tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk menyatukan potensi unggulan tiap daerah dalam satu rantai pasok yang terintegrasi.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menyampaikan bahwa daerahnya memiliki tata kelola ekonomi baru dengan berdirinya Blitar Trade Center (BTC). Sehingga perlu adanya kerja sama antar daerah untuk menciptakan rantai pasokan. Ia menambahkan bahwa kerja sama yang dijalin berbasis pada komoditas unggulan. Seperti Blitar yang unggul dalam bidang peternakan salah satunya penghasil telur.
“Kami menguatkan kerja sama antar daerah sehingga terjadi rantai pasokan,”
“Sektor komoditas yang unggul di masing-masing daerah seperti di Blitar komoditi unggulannya ada di peternakan penghasil telur ayam ada UMKM juga sehingga kami sepakat untuk membantu daerah yang minim komoditas ini,”
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyatakan bahwa daerahnya memiliki cukup banyak rumah makan, penginapan dan hotel namun tidak banyak memiliki penghasil komoditi terutama telur. Sehingga pihaknya menandatangani MoU pemasok komoditi dari daerah lain salah satunya dengan Kota Blitar yang merupakan penghasil telur agar dapat memenuhi kebutuhan di Kota Surabaya.
“Surabaya itu adalah daerah konsumen dan bukan produsen. Kebetulan di Surabaya ini tempat rumah makan, penginapan dan hotel sehingga kami memililki neraca komoditi yakni seperti sayur, beras, ataupun telur,” jelas Eri.
“Sehingga kami mencari daerah-daerah yang bisa memenuhi kebutuhan kekurangan komoditi kami salah satunya dengan Blitar,”imbuhnya. “InsyaAllah kurangnya komoditi telur di Surabaya akan dipasok oleh Blitar,” ungkapnya. (tim)
