Perayaan Yadnya Kasada digelar di Balai Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo pada Selasa malam (10/6) . Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Probolinggo M Haris, Walikota Probolinggo Aminudin serta unsur Forkopimda dari kota dan kabupaten.
Dalam sambutannya, Bupati Haris menekankan bahwa ritual ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan Tradisi, Kementerian Kebudayaan.
Pemerintah terus berkomitmen menjaga dan memfasilitasi warisan budaya seperti ritual Yadnya Kasada. Tradisi ini memperkuat nilai-nilai masyarakat adat sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang luar biasa.
Acara Yadnya Kasada tahun ini dimeriahkan dengan pameran pangan lokal dan kuliner tradisional Tengger, gelar kesenian khas Tengger, dialog budaya masyarakat adat, serta prosesi pengukuhan warga kehormatan sesepuh Tengger kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon serta Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan dan Masyarakat Adat, Syamsul Huda.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan kehadirannya bukan sekadar simbolik melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya dan penguatan peran masyarakat adat. Ritual ini bukan sekadar seremoni adat, tapi juga warisan spiritual dan sejarah yang kuat. Yadnya Kasada adalah simbol keharmonisan antara manusia, alam dan Sang Pencipta.
Ia juga menambahkan bahwa prosesi melarung hasil bumi dan ternak ke Kawah Bromo adalah bentuk penghormatan kepada leluhur khususnya Raden Kusuma. Selain itu sebagai ajang berbagi rezeki kepada warga yang membutuhkan. Ini merupakan momentum penting sekaligus tindak lanjut dari Konferensi Dukun Pandita 2024 yang menekankan perlindungan hukum adat dan pelibatan masyarakat Tengger dalam konservasi serta Pariwisata Gunung Bromo.
Fadli juga menekankan bahwa tradisi seperti Yadnya Kasada dapat menopang ketahanan pangan lokal. Harapannya melalui ritual inipanen sayur mayur dan jagung masyarakat Tengger terus melimpah.
“Pemandangan dari Bromo ini luar biasa, ini adalah pemandangan yang terindah yang ada di Dunia, namun harus kita jaga dan kita rawat terutama setelah ini kan banyak sekali orang yang datang, sehingga harus ada penanganan terkait dengan sampah,” jelas Fadli.
Di akhir acara, Fadli Zon dan Syamsul Huda dikukuhkan secara simbolis sebagai Warga Kehormatan Sesepuh Masyarakat Tengger. Sebuah penghargaan istimewa atas dedikasi keduanya dalam menjaga budaya lokal.
Dengan kemasan budaya yang kental spiritualitas yang mendalam dan keramahan masyarakat lokal Yadnya Kasada 2025 menjadi magnet wisata budaya yang tak hanya menyentuh hati tapi juga menyadarkan akan pentingnya hidup selaras dengan alam. Kabupaten Probolinggo kaya akan destinasi, antara lain memiliki pantai, tujuh danau, serta Gunung Bromo yang mendunia. Ini adalah anugerah yang harus terus tetap dilindungi dan dilestarikan. (gus)
