Ratusan masyarakat Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk berebut gunungan hasil bumi. Puluhan gunungan tersebut di arak dari Balai Desa Klurahan menuju Punden Mbah Gedong. Masyarakat desa meyakini jika mendapatkan gunungan hasil bumi akan menerima keberkahan tersendiri. Acara yang digelar oleh pemerintah desa ini merupakan bentuk wujud syukur masyarakat kepada sesepuh yeng telah mendirikan Desa Klurahan.
Punden Mbah Gedong yang diyakini masyarakat sebagai petilasan sesepuh Desa Klurahan ini dilestarikan dalam serangkaian Bersih Desa Klurahan tahun 2025. Kegiatan ini semakin menunjukan sinergitas pemerintah desa dan warganya.
Dengan berpakaian adat jawa masyarakat tumpah ruah jadi satu di Makam Petilasan Mbah Gedong untuk melakukan doa bersama. Acara ini digelar setiap tahun sekali pada Kamis dan Jumat Pahing pada penanggalan Jawa.
Kepala Desa Klurahan, Suhadi mengatakan pihaknya bersama masyarakat Desa Klurahan akan terus optimis untuk melestarikan budaya jawa yang sudah sejak lama telah ada. Di tahun depan rencananya akan dilaksanakan kembali dengan lebih meriah dan tetap menjaga kearifan budaya lokal. Pihaknya mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang secara langsung ikut terlibat dan mensukseskan acara bersih desa.
“Saya berterima kasih atas respon masyarakat yang baik ikut memeriahkan, InsyaAllah ini akan menjadi semangat pemerintah desa dalam membangun desa,” jelas Suhadi.
“Tujuan kita adalah melestarikan budaya jawa sebagai generasi penerus kita tidak boleh melupakan yang namanya budaya nyadran yang mengiringi sejak sesepuh kita,” imbuhnya.
Ia berharap dengan adanya acara ini masyarakat akan lebih menghargai setiap sejarah dalam bentuk melestarikan budaya. Terutama pada pemuda sebagai generasi penerus wajib untuk tetap menjaga nilai budaya sekaligus juga terlibat langsung dalam pelaksanaannya. (gnd)
