PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun menggandeng komunitas pecinta kereta api atau railfans Blitar memperingati hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei dengan melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terutama pengguna jalan raya agar lebih disiplin dan patuh terhadap aturan saat melintasi perlintasan kereta api. Mengingat masih tingginya angka pelanggaran sekaligus kecelakaan kereta api.
Sesuai Undang-undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat berada di perlintasan sebidang. Hal ini diperkuat dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang menyebutkan kewajiban pengemudi untuk berhenti saat sinyal berbunyi dan memberikan prioritas kepada kereta api.
Tak hanya sosialisasi, rangkaian kegiatan hari kebangkitan nasional oleh KAI Daop 7 juga mencakup pembersihan los depo kereta blitar serta pencucian kereta api dan lokomotif guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul mengungkapkan dalam kegiatan ini melibatkan anak muda khususnya railfans. Ini adalah bentuk penanaman nilai kepahlawanan sejak dini kepada penerus bangsa sekaligus aksi nyata memperingati hati Kebangkitan Nasional ke-117. Tidak hanya mengenang sejarah tetapi juga menggerakkan langkah maju untuk bangsa yang lebih aman dan baik.
“Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-117 kami dari PT KAI Daop 7 Madiun kolaborasi dengan teman-teman dari railfans atau komunitas pecinta KA melakukan kegiatan sosialisasi, ini merupakan upaya meningkatkan keselamatan pada perlintasan sebidang ,” papar Zainul.
“ini secara berkelanjutan harapan kami upaya-upaya keselamatan diperlintasan bisa tercapai, selain itu juga ada kegiatan cuci kereta dan lokomotif di los dipo Blitar,”imbuhnya. (okt)
