NGANJUK – Salah satu Kepala Desa di Kecamatan Rejoso, Nganjuk, membangun dua buah jembatan di wilayahnya menggunakan dana pribadi. Kedua jembatan itu disebut sebagai akses vital warga untuk mengangkut hasil pertanian mereka. Kehadiran jembatan baru yang dibangun di dua Dusun tersebut, kini memperlancar mobilitas angkut hasil panen, sekaligus memotong biaya operasional petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan. Sebelumnya para petani harus mengeluarkan biaya angkut dua kali lipat untuk memindahkan hasil bumi dari sawah menuju jalan utama.
​Pembangunan fisik dikerjakan secara gotong royong di dua lokasi strategis, yakni Dusun Ngangkatan dengan bentangan sepanjang 16m dan lebar 120cm serta Dusun Kemlokolegi sepanjang 24m dengan lebar 120cm.
“Dengan masyarakat, kita ngobrol santai di lokasi sini dimintai untuk pembangunan jembatan, ya berhubung dana desa untuk saat ini tidak mampu buat membiayai ini, akhirnya saya bersama keluarga inisiatif membantu masyarakat terkait jembatan,” ungkap Lasto selaku Kepala Desa Ngangkatan
“Iya, disini akses paling dekat dengan jalan desa ya disini,” lanjutnya.
“Yang jelas kalau setelah ini realisasi jembatan, ini akan memudahkan petani, akses juga jadi semakin dekat, nanti dari hasil itupun bisa menguntungkan, karena penebas kalau jauh muternya harganya akan diturunkan,” imbuhnya.
Dengan dibangunnya dua jembatan yang tampak kokoh tersebut, kendaraan roda dua dan alat angkut pertanian warga bisa melintas dengan aman. Petani pun berharap kehadiran jembatan ini bisa langsung dilanjutkan dengan peningkatan hasil ekonomi warga saat musim panen tiba.
“Di jembatan lama itu pernah ada yang jatuh, jadi dia manggul pupuk, pas nyebrang di jembatan kepleset akhirnya jatuh sampai sungai,” ungkap Gumono. (gnd)
