đź”´ LIVE Now Streaming: Program Name Watch Replay

Lindungi Cagar Budaya, Jurnalis di Blitar Tanam Pohon Dekat Pertambangan Pasir

BLITAR – Inilah momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang dilakukan oleh sejumlah jurnalis di Kabupaten Blitar. Mereka menggelar aksi penghijauan dengan menanam pohon keras di sekitar area Candi Gambar Wetan. Sebuah situs purbakala yang terancam oleh aktivitas pertambangan pasir. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Gambaranyar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok pada Sabtu (9/8).

Tak hanya jurnalis peduli lingkungan, acara ini juga dihadiri Bupati Blitar Rijanto, Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman serta Kapolres Blitar Kota AKBP Titus Yudho Uli selaku forkopimda.

Bupati Blitar Rijanto mengungkapkan lokasi Candi Gambar Wetan akan terancam rusak jika pertambangan terus menggerus tanah dibawahnya. Kondisi tersebut dapat membuat struktur candi menjadi runtuh.

“Jurnalis Peduli Lingkungan bersama dengan Sahabat Alam mengadakan kegiatan bakti sosial penghijauan dan sasarannya sangat tepat sekali yakni dibawahnya ada aliran Kali Batak yang merupakan pertambangan pasir yang kondisinya seperti itu,” ungkap Rijanto.

“Dan diatasnya itu ada peninggalan purbakala diarea perkebunan gambar, teman-teman jurnalis mengadakan kegiatan penghijauan saya rasa sangat tepat sekali,” imbuhnya.

Disamping itu, Ketua Pelaksana Yosibio Noviyanto memaparkan kegiatan tanam pohon kali ini diorganisir oleh jurnalis peduli lingkungan serta menggandeng komunitas sahabat alam.

“Tujuan awalnya ini sebuah wujud kepedulian disamping pekerjaan kami sebagai jurnalis yakni mencari berita, untuk 80 tahun usia negeri ini sekecil apapun yang penting InsyaAllah teman-teman jurnalis ini didukung oleh teman-teman donatur juga para pendukung lain melakukan penanaman pohon sekaligus merawat peninggalan cagar budaya,” ujar Yosibio Noviyanto.

“Itu sangat penting karena benda cagar budaya ini letaknya persis berada disamping aktivitas pertambangan,” tegasnya.

Melalui penanaman pohon keras ini para jurnalis berharap dapat membentuk sabuk hijau untuk melindungi kawasan candi. Mereka menegaskan aktivitas pertambangan harus dikawal agar tidak mengancam warisan sejarah dan lingkungan. (okt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *